Terbungkam oleh hari

Berat terasa, harapan menjulang. Semua mengira, aku ilmuwan. Tahu segala, bisa semua.

Tanpa bisa menolak, kujalankan peran. Disangkanya ahli, padahal bukan.

Pahit di lidah, ludah ku telan. Tak jarang aku datang, tanpa tahu apa yang mesti ku sampaikan.

Ingin ku rubah, kondisi sekarang. Tetapi apa dikata, budaya tak bisa dilawan. Kami pun dulu begitu, mereka berkata.

Hingga aku sadari. Bukan pemikir yang dicari. Tetapi pekerja yang sedikit bertanya.

Aku takut akan hanyut. Jika luapan emosi tak sempat terekspresi. Terbungkam oleh hari yang selalu berganti.